• Jelajahi

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kuli Bangunan Itu Kini Menjadi Wisudawan Terbaik UM Metro

    JBN NEWS
    Minggu, 25 November 2018, 03.55 WIB Last Updated 2019-08-26T05:06:29Z

    INDONESIAone.ID ■ Muhammad Rifai, mahasiswa dari keluarga tidak mampu ini berhasil membuat orang tuanya bangga karena menjadi salah satu wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Metro tahun ini.

    Rifai, seorang mahasiswa yang meraih torehan prestasi ini tak pantang menyerah dalam kuliahnya, bahkan ia pernah bekerja serabutan seperti kuli bangunan dan buruh untuk menambah biaya hidupnya selama kuliah di UM Metro.

    Rifai yang masuk kuliah melalui beasiswa Bidik Misi di Progam Studi Pendidikan Ekonomi UM Metro itu memperoleh indeks prestasi komulatif (IPK) 3,90 dan menjadi wisudawan terbaik kedua tingkat sarjana.

    Pada awal perkulihanya tahun 2014, Rifa’i sempat menjadi buruh tani di wilayah Bengkulu untuk menutup biaya indekos di Kota Metro. Hal ini dilakukan Rifa’i mengingat orangtuanya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di Balitung dirasa belum cukup membiayai hal tersebut terlebih ayahnya sedang sakit kala itu.

    Dikatakan Rifa’i saat itu keputusan kuliah sudah bulat, padahal ayahnya sedang sakit dan benar-benar tidak ada biaya. Hingga ia akhirnya bertemu dengan seorang bapak yang mengajaknya kerja ke Benggkulu. Tanpa berfikir panjang Rifa’i langsung mengiyakan ajakan kerja bapak tersebut.

    “Selama diperantauan, saya kerja sebagai buruh tani di sawah dan buruh karet. Dan kerja di perantauan ini selama setengah bulan mendapat uang Rp. 950 ribu untuk menambah biaya indekos, “katanya, pada Kamis (22/11).

    Rifa’i juga selalu menghabiskan masa libur panjang kuliahnya dengan bekerja di sawah, terkadang buruh, bahkan sempat menjadi pemandu wisata.

    “Paling lama bekerja saya di sawah dan uang yang terkumpul dipakai untuk menambah bekal selama kuliah di UM Metro,” kata dia.

    Namun, hal itu tidak membuat Rifa’i patah semangat. Ia mampu menorehkan prestasi dengan selalu memperoleh IPK tertinggi pada setiap semester. Bahkan, ia mendapatkan tawaran kerja di salah satu perusahaan besar di Kota Bogor sebelum lulus.

    “Saya selalu bercita-cita pengen dapat kerjaan sebelum wisuda. Akhirnya setelah sidang, saya memutuska untuk pergi merantau ke Bogor. Dengan membawa transkip dan SK menunggu yusidium. Saya memberanikan melamar pekerjaan di salah satu industri tekstil di Bogor, melalui panggilan psikotes dan interview akhirnya saya diterima sebagai HRD di perusahaan itu,” kata Rifa’i.

    Dalam Wisuda Magister ke-7, Sarjana ke-37 dan Ahli Madya UM Metro tahun 2018 ini, Rifa’i berhasil membuat 925 wisudawan dan ribuan orang tua serta dewan senat UM Metro kagum dan menitikan air mata.

    Rifa’i lalu mengajak orang tuanya untuk naik ke atas panggung senat sembari memberikan bungga untuk Rektor UM Metro, Karwono. Bunga yang ia berikan tersebut di maksudkan sebagai ucapan terima kasihnya atas gelar yang didapatkan di kampus tercinta itu. (sumber: Muhammadiyah)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terkini

    Loading...