• Jelajahi

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Secara Pribadi Yusril Isyaratkan Dukung Jokowi, PBB Belum Tentukan Sikap

    JBN NEWS
    Sabtu, 01 Desember 2018, 05.20 WIB Last Updated 2019-08-26T05:06:25Z

    INDONESIAOne.ID ■ Yusril Ihza Mahendra, telah mengisyaratkan mendukung incumbent Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden tahun depan. Namun, dukungan resmi partainya belum diumumkan karena akan dibahas pada pertemuan koordinasi nasional PBB pada Januari 2019.

    "Insha Allah (Tuhan Bersedia). Kami sudah bersama, tetapi nanti pada bulan Januari, akan menuju arah itu (deklarasi dukungan)," kata Yusril menanggapi pertanyaan dari pers di kompleks Presiden Bogor, Jumat.

    Dia diterima oleh Presiden Jokowi, yang diapit oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di istana Bogor, Jumat pagi.

    "Insha Allah, itu akan diputuskan pada bulan Januari. Tapi kemarin, kami mengadakan pertemuan dengan (perwakilan) 24 cabang regional (PBB), dan secara umum, mereka memahami langkah-langkah yang telah kami ambil, dan memahami apa yang telah saya lakukan sehingga jauh, " katanya.

    Yusril diangkat sebagai pengacara calon presiden Jokowi dan pasangannya, Ma'ruf Amin, sejak awal November 2018. Jokowi menganggap Yusril sebagai teman baik.

    Menurut Jokowi, ketika masih menjabat Walikota Solo, PBB mendukungnya. Dia pernah mengunjungi Yusril, dan mereka sering bertemu ketika Jokowi adalah gubernur Jakarta

    “Saya mengenalnya (Yusril) sejak lama, ketika saya menjadi gubernur, kami sering bertemu, jadi saya pikir dia adalah teman dekat saya,” kata Jokowi pada Jumat (30 November).

    Yusril mengatakan dia tidak pernah menentang pemerintahan Jokowi, meskipun ada kritik yang kadang-kadang dia nyatakan. Kritik itu konstruktif dan dibuat dengan niat baik, dan karena itu Jokowi mendengarkannya dan mempertimbangkan apakah akan menerapkannya atau tidak.

    Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan presiden dan legislatif secara serentak pada tanggal 17 April 2019. Pemilihan presiden akan menjadi pengulangan dari pemilu 2014 di mana petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto diatur untuk pergi head-to-head.

    ■ Lukman / Sumber: Antara

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terkini

    Loading...