• Jelajahi

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Terapi Air Hujan Untuk Mengobati Penyakit, Benarkah?

    JBN NEWS
    Senin, 10 Desember 2018, 11.39 WIB Last Updated 2019-08-26T05:06:18Z

    Terapi memakai air hujan ini tergolong aneh bagi orang orang yang belum pernah memakai tehnik ini , dan kali ini saya akan menshare pengalaman serta dari pasen yang sakit biasa seperti melamun terus menerus, depresi, sehabis jatuh sehingga sarafnya terganggu, maupun gangguan jin yang menahun dll.

    Alhamdulillah, sekarang musim hujan kita gunakan air hujan ini sebagai obat untuk sakit apapun insha Allah, karena di dalam air hujan mengandung keberkahan.

    Diluar cara-cara medis, banyak orang berusaha menyembuhkan penyakit yang diderita dengan berbagai pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif diyakini bisa menjawab pertanyaan yang tak bisa dijawab secara medis. Dan tersebar cukup banyak jenis pengobatan alternatif , salah satunya adalah terapi air hujan ini.

    Kita simak dalil berikut ini agar kita yakin sebelum memakainya
    Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
    Dalam al-Quran, Allah menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi.

    ﻭَﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻣَﺎﺀً ﻣُﺒَﺎﺭَﻛًﺎ ﻓَﺄَﻧْﺒَﺘْﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﻭَﺣَﺐَّ ﺍﻟْﺤَﺼِﻴﺪِ

    Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf: 9 )
    Allah juga menyebut hujan sebagai rahmat,

    ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺚَ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﻗَﻨَﻄُﻮﺍ ﻭَﻳَﻨﺸُﺮُ ﺭَﺣْﻤَﺘَﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻲُّ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺪُ

    Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji (QS. as-Syura: 28 )

    Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang soleh masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan.

    Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

    “Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    ﻷَﻧَّﻪُ ﺣَﺪِﻳﺚُ ﻋَﻬْﺪٍ ﺑِﺮَﺑِّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    “ Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya )

    Al-Qurthubi mengatakan,

    ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻨﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺒﺮﻙ ﺑﺎﻟﻤﻄﺮ ، ﻭﺍﺳﺘﺸﻔﺎﺀ ﺑﻪ ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺪ ﺳﻤﺎﻩ ﺭﺣﻤﺔ ، ﻭﻣﺒﺎﺭﻛﺎ ، ﻭﻃﻬﻮﺭﺍ ، ﻭﺟﻌﻠﻪ ﺳﺒﺐ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ، ﻭﻣﺒﻌﺪﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻘﻮﺑﺔ ، ﻭﻳﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻨﻪ ﺍﺣﺘﺮﺍﻡ ﺍﻟﻤﻄﺮ ، ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻻﺳﺘﻬﺎﻧﺔ ﺑﻪ

    Praktek dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menunjukkan bentuk tabarruk (ngalap berkah) dengan hujan. Dan menjadikannya sebagai obat. Karena Allah menyebut hujan dengan rahmat, mubarok (berkah), dan thahur (alat bersuci). Allah jadikan hujan sebagai sebab kehidupan dan tanda terhindar dari hukuman, yang memberi kesimpulan agar kita menghormati hujan dan tidak menghina hujan. (al-Mufhim lima Asykala min Talkhis Shahih Muslim, 2/546 ) .

    Kemudian dalam hadis lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara sengaja menghujankan dirinya ketika khutbah di masjid. Anas bin Malik menceritakan,

    ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﺰِﻝْ ﻋَﻦْ ﻣِﻨْﺒَﺮِﻩِ ﺣَﺘَّﻰ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮَ ﻳَﺘَﺤَﺎﺩَﺭُ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺤْﻴَﺘِﻪِ

    Kemudian beliau tidak turun dari mimbarnya hingga saya melihat air hujan menetes dari jenggot beliau. (HR. Bukhari 1033 )
    Ketika membawakan hadis ini, Imam Bukhari memberikan judul bab dalam kitab shahinya,

    ﺑﺎﺏ ﻣﻦ ﺗﻤﻄﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﺤﺎﺩﺭ ﻋﻠﻰ ﻟﺤﻴﺘﻪ

    Bab orang yang menghujankan diri hingga air menetes di jenggotnya
    Al-Hafidz Ibnu Hajar menilai bahwa tindakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallammenghujankan diri beliau adalah suatu kesengajaan, dan bukan kebetulan. Karena andai beliau tidak sengaja, tentu beliau akan menyelesaikan khutbahnya ketika mendung kemudian berteduh. Namun beliau terus melanjutkan khutbahnya, ketika hujan turun, sampai membasahi jenggot beliau. (Simak Fathul Bari, 2/520).

    Demikian pula yang dilakukan oleh para sahabat. Mereka hujan-hujanan dalam rangka ngalap berkah.

    Ibnu Abi Syaibah menyebutkan beberapa riwayat dari para sahabat, dan beliau memberikan judul bab,

    ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳﺘﻤﻄّﺮ ﻓِﻲ ﺃﻭّﻝِ ﻣﻄﺮﺓٍ

    Orang yang hujan-hujanan ketika pertama kali turun hujan.

    Selanjutnya Ibnu Abi Syaibah menyebutkan beberapa riwayat berikut,

    ﻋَﻦ ﺑُﻨَﺎﻧَﺔَ ، ﺃَﻥَّ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺘَﻤَﻄَّﺮُ ﻓِﻲ ﺃَﻭَّﻝِ ﻣَﻄْﺮَﺓٍ

    Dari Bunanah, bahwa Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu hujan-hujanan di awal turunnya hujan.

    ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﻣُﻠَﻴْﻜَﺔَ ، ﺃَﻥَّ ﺍﺑْﻦَ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺘَﻤَﻄَّﺮُ ، ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺛِﻴَﺎﺑَﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺨْﺮِﺝَ ﺳَﺮْﺟَﻪُ ﻓِﻲ ﺃَﻭَّﻝِ ﻣَﻄْﺮَﺓٍ

    Dari Ibnu Abi Mulaikah bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma hujan-hujanan, beliau mengeluarkan pakaiannya, hingga pelanannya di awal turunnya hujan.

    ﻋَﻦْ ﻋَﻠِﻲٍّ ، ﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺇﺫَﺍ ﺭﺃﻯ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮَ ﺧَﻠَﻊَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻪُ ﻭَﺟَﻠَﺲَ ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ : ﺣﺪِﻳﺚُ ﻋَﻬْﺪٍ ﺑِﺎﻟْﻌَﺮْﺵِ

    Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa apabila beliau melihat hujan, beliau melepas bajunya lalu duduk. Sambil mengatakan, “Baru saja datang dari Arsy”.
    (Mushannaf Ibn Abi Syaibah, 8/554).

    ’Aisyah radhiyallahu ’anha

    ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻴِّﺒﺎً ﻧَﺎﻓِﻌﺎً »

    ” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,
    ” Allahumma shoyyiban nafi’an”
    [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]

    Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

    ﺍُﻃْﻠُﺒُﻮﺍ ﺍﺳْﺘِﺠَﺎﺑَﺔَ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ ﻋِﻨْﺪَ ﺛَﻠَﺎﺙٍ : ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﺘِﻘَﺎﺀِ ﺍﻟْﺠُﻴُﻮﺵِ ، ﻭَﺇِﻗَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ، ﻭَﻧُﺰُﻭﻝِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺚِ

    ’ Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan :

    [1] Bertemunya dua pasukan,
    [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan
    [3] Saat hujan turun ”.

    Setelah kita tahu manfaat air hujan mengandung berkah dan doa akan bermutajabah di kala turunnya hujan maka saya akan share terapi air hujan ini insha Allah.

    Cara pertama:
    Cari hujan setelah satu minggu kenapa ? Karena ini ada hubungannya dengan kebersihan sebab yang kita pakai ini metode terapi air hujan melalui genteng / saluran air / talang dalam bhs jawa, sehingga dalam satu minggu di perkirakan genteng sudah bersih, ini hanya untuk mandi saja,

    Berdoa Allahumma shoyyiban nafi’an
    Cari air yang agak besar dari atas genting
    Duduk di bawah nya air yang jatuh tadi tepat di atas kepala.
    Lakukan 1-3 jam tergantung turunnya hujan
    Memohon kepada Allah agar sakit nya disembuhkan.
    Sambil menepuk nepuk pelan di kepala atau yang sakit.
    Bisa pakai usapan di mana ada yang sakit
    Sambil baca ayat ruqyah di waktu terapi.

    Cara kedua:
    Menampung air bisa dari atas genting atau langsung karena ini buat mandi bukan untuk di minum.

    Berdoa Allahumma shoyyiban nafi’an
    Duduk di kala hujan atau di dalam rumah
    Guyurkan air hujan tepat di atas kepala
    Dengan ketinggian 1 meter sehingga terasa di kepala.

    Sambil di tepuk tepuk di kepalanya atau yang sakit. Boleh pakai usapan di mana ada yang sakit sambil membaca ayat ayat syifak.

    Cara ketiga:
    Kumpulkan air dari langit langsung agar di jamin kebersihannya
    Karena air ini untuk di minum
    Cari wadah yang terbuat dari tanah / wadah plastik.

    Jangan memakai besi atau almunium,
    begitu juga kalau ada sisa air hujan tadi,
    Boleh di simpan sampai 6 bulan dengan wadah plastik / tanah.

    Air tersebut di bacakan ayat ayat syifak, boleh 1 hari atau lebih.

    Air tersebut bisa untuk minum yang sakit , bisa untuk mandi yang sakit, bisa buat ngepel rumah, kantor, toko, pabrik dll
    Bisa dengan cara di semprotkan
    Bisa di oleskan pada yang sakit.

    Semoga mendapatkan air hujan yang penuh berkah dan Allah menolong kita dari kesakitan ini, Aamiin.
    ________

    Orang yang hujan-hujanan atau mandi hujan atau meminumnya dalam rangka mencari berkah, hukumnya boleh dan tidak berdosa. Hanya saja, selayaknya tidak meyakini air ini sebai obat, kecuali berdasarkan bukti.

    Meskipun keberkahan air hujan, bisa jadi bermanfaat untuk pengobatan. Akan tetapi, kita tidak menegaskan adanya unsur obat, selama tidak ada dalil yang secara khusus menyebutkan hal ini. Dan tidak selayaknya menegaskan hal itu kepada masyarakat. (Fatawa Islam, 164231)

    Herbal Ruqyah Indonesia

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terkini

    Loading...