Terjadi di Cikampek! Siswa Belum Bayar Seragam, Diancam Tak Naik Kelas

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Terjadi di Cikampek! Siswa Belum Bayar Seragam, Diancam Tak Naik Kelas

NEWS JBN
Senin, 22 April 2019

INDONESIAONE.ID ■ Karena belum lunas uang baju seragam yang di jual di koperasi sekolah siwa kelas X IPS SMAN2 Cikampek, Kabupaten Karawang, di ancam oleh gurunya tidak naik kelas.

Seorang guru mengancam siswanya apabila ia tidak melunasi uang seragam sekolah senilai Rp 850.000 tidak akan naik kelas ugkap MA (inisial siswa).

Ancaman tersebut di katakan guru bernama Tosi kepada MA dan memberikan selembar catatan yang berbunyi : "Tunggakan seragam Rp 850.000 mohon melunasi akhir april 2019. Catatan ini harap di bawa lagi"

Catatan tersebut resmi cap stempel KOMITE SMA NEGERI2 CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG, DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH JAWA BARAT dan di tandatangani oleh Bu Tosi

Ketua Komite Sekolah SMAN2 Cikampek Jawali menyayangkan dan menyalahkan atas tindakan yang di lakukan oleh Tosi. Menurutnya, seharusnya guru tidak menegur langsung kepada siswanya, panggil orang tua-nya untuk di beri pengertian dan arahan," jelas Jawali

Sebab, kata Jawali, yang di takutkan ini akan mempengaruhi mental anak dan akan mengurangi semangat belajar anak.

"Biar lah anak belajar, jangan libatkan anak dalam soal bayaran,” jelasnya.

Jawali juga mengatakan mengenai bayaran seragam, komite tidak ada kaitan-nya, itu ranah koperasi sedangkan komite pembayaran seputar SPP dan sumbangan pembangunan serta CSR, katanya.

Hal ini bertolak belakang dengan keterangan komite dengan tindakan yang di lakukan oleh Tosi menggunakan stempel Komite sekolah, sehinga ini pun menjadi pertanyaan dan besar dugaan ada kongkalikong antara komite dan Bu Tosi.

Dia menjelaskan kalau anaknya saat ini seperti kehilangan kepercaya diri, sejak ada teguran gurunya. Ia lebih banyak murung diam tidak seperti biasa nya ceria dalam membantu ibunya, tapi beberapa hari ini perubahan sikap nya berbeda, jelas orang tua siswa tersebut.

Orang tua siswa saat di minta keterangannya geram dan marah atas tindakan guru Tosi. "Lihat saja keadaan Saya sepeřti ini, Saya sanggup nya hanya dengan bayar mencicil," jelasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 2 Cikampek Hj Dida Siti Sa'adah mengatakan, kalau Tosi tidak mengancam MA, kalau tidak bayar seragam tidak akan naik kelas dan pengadaan seragam karena permintaan orang tua siswa.

Menyikapi geger ini, tokoh masyarakat Cikampek yang peduli terhadap dunia pendidikan mengatakan, hendaknya guru lebih bijak dalam menyikapi persoalan anak, jangan selalu berfokus pada uang.

Maka kejadian seperti ini adalah contoh, kalau guru sudah mulai melenceng dari tujuannya untuk mendidik. Koperasi di buat sebagai landasan, padahal mereka berbisnis dengan berjualan baju seragam. Seperti baju olah raga dan lain-lain, jelasnya.

Damsari tokoh warga Dawuan dan pemerhati pendidikan menyayangkan adanya ancaman oleh salah satu guru SMAN 2 Cikampek, dan pengadaan seragam sekolah, baju batik dan baju olah raga itu sudah jelas semua sekolah di kabupaten Karawang, sekolah yang mengadakan yang di kelola oleh koperasi, jadi jelas kalau Kepsek SMAN 2 Cikampek berbohong, ujar Damsari

■ Dadang/IWO


INFONEWS